The future of Tabikarasu

So.. I've been having this thought lately...
Like.. is this all are real.. or not

wkwkwkwk.. yang main KH silahkan ketawa.

I don't I will drop this blog. Biarpun untuk sekarang yang jelas anime dan sebangsanya bakal masuk ke IO (ikemasen, ojou-sama). Kemungkinan blog ini akan slowing down (and IO will be the one with faster update.. yea, right. Entah sudah berapa kali saya mencoba update kontinyu tapi .. oh well lets hope this one is going for real). Anyway, the future of tabikarasu is either be:
1) blog for personal stuff -seperti punya brother hyu-
2) archive/review-an anime-anime yang saya pikir cukup berkualitas untuk dibahas dalam bahasa indo
3) abandoned like a lover after getting dumped
Oh well, kita lihat saja nanti
Tepat seperti apa yang kalian duga pada saat membaca judul postingan ini, akhirnya ada internet juga di rumah kamar saya. Di sini saya akan menulis tentang apa-apa saja yang terjadi akhir-akhir ini, bagaimana blog ini hampir terlantar dan beberapa hal yang cukup stupid untuk dibaca namun cukup menghibur untuk tidak dilewatkan.

OK, lets do the bouken deshou deshou!

Sebenarnya semuanya disebabkan oleh alasan yang cukup simple saja, sejak ditemukannya sebuah warnet di jogja dengan speed download yang bisa mencapai 1mbps dan kadang lebih, semua unit downloader dari circle saya langsung beralih menjadi leecher-leecher sejati. Mindset setiap orang langsung berubah jadi download dan download. Semua benda di download. Yang penting, maupun yang nggak, meskipun setiap orang berdalih kalo yang di download (bagi dia) adalah barang penting. Benar, termasuk saya. Mungkin anda bertanya, bukankah mendownload adalah hal yang menjemukan secara teknis, karena tidak ada yang bisa dilakukan saat menunggu? Dengan bandwith yang sedemikian besar, bukankah bisa disisihkan sedikit untuk browsing, blogging, chatting dan sejenisnya? Secara torinya memang iya, tapi yang terjadi tidak seperti itu. Setiap orang, well minimal saya, menjadi terobsesi dengan yang namanya "target". Download yang ini, download yang itu, lengkapi yang ini, replace yang itu. Semakin cepet koneksinya, malah semakin panjang pula targetnya. Tidak ada waktu untuk ngenet di jam-jam rame, karena prioritas bergeser pada "kecepatan download". Menunggu downloadan selesai dengan mendownload benda yang lainnya. Benar-benar masa yang dinamis, cepat dan penuh vitalitas. Kami menyebut era ini dengan nama the age of invention.

Selama beberapa abad kemudian, para otaku di planet kami hidup dalam jaman yang berkecukupan, mendownload benda-benda yang pada akhirnya delete lagi, dan membuang benda-benda yang tidak terdelete kedalam sebuah lingkaran tipis yang sering disebut dengan nama DVD. Semua orang menikmati hasil panenan mereka dan hidup berbahagia, medetashi medetashi..

Namun sebagaimana halnya hidup yang (kata orang) berputar seperti roda (meskipun saya merasa ada orang-orang yang sepertinya tidak akan pernah berada di bawah), the sacred warnet yang ditemukan oleh Columbus-nya circle kami pun mengalami up and down. Atau mungkin lebih tepatnya down, lalu up lagi. Bahkan suatu saat, Waktu down yang terjadi sangatlah lama, mungkin sekitar dua dasawarsa. Kami menyebut era ini dengan nama the dark age (um, bukannya dark age harusnya sebelum invention age yah? eh whatever lah). Thanks God the dark age isn't last forever, karena akhirnya speed warnet tersebut membaik lagi (meskipun tidak perfectly recovered sampai seperti dulu) tapi yang penting masih bisa buat download sampai satu giga an lebih dalam waktu yang masih bisa ditolerir.

Sorry don't have good decent pict to fill this post but instead let me show you this
Actually this doujin quite covering one of my fetish LOLOLOL 
but of course cuma yang bisa baca yang tau apa yang saya maksud

Nah lagi-lagi fenomena yang sama terulang. Dan sekarang malah lebih parah, karena waktu efektif untuk mendownload yang tersedia bukan lagi 24/7 tapi hanya pada saat kage jikan. Benar, jam-jam di mana semua manusia kecuali mereka yang terpilih berada di dalam peti mati. Dan itu berarti tidak ada chat sama sekali saat ke warnet karena tidak ada manusia normal yang online pada jam 3 pagi, dan kalopun ada mungkin sedang stress-stressnya mengerjakan tugas karena harus dikumpulin paginya, dan sangatlah tidak mungkin untuk diajak mengobrol. Dengan kata lain, kesimpulannya, saya kembali menjalani jalan hidup seorang leecher. Sampai pada akhirnya... saya memutuskan untuk menggabungkan tabungan saya dengan gaji yang saya peroleh untuk membeli seperangkat modem beserta kartu perdananya, dibayar tunai. Sah? tentu saja sah, dan demikianlah akhirnya saya secara resmi menikah dengan internet.

Jika kalian adalah satu-satunya nerd di rumah kalian, mempunyai koneksi sendiri di rumah sangatlah menyenangkan. Tidak ada yang namanya rebutan bandwith atau monopoli komputer (bagi yang hanya punya satu komputer di rumah, tentu saja). Nah sekarang saya akan menulis sedikit tentang koneksi yang saya gunakan, beserta bouken deshou deshou dan zetsuboushitaa nya.

Saya pake IM2. Benar, bukan pilihan yang tepat untuk seorang downloader, memang, apalagi kalo duit kalian banyak. Tapi dengan mempertimbangkan beberapa faktor, akhirnya choice saya jatuh ke IM2. Then again, pertimbangan saya bisa jadi masih kurang afektif, so kalo ada yang punya rekomendasi yang lebih bagus, please do tell me. Speednya memang so-so, tapi masih visible lah buat mendownload anime, dengan catatan quotanya masih ada. Dan bicara soal quota, ternyata keyword ini sangat penting jika kita bicara dalam konteks internetan pra bayar. Dan inilah yang sempat membuat saya salah strategi, karena saat quota masih ada, speed masih cepet, saya memakainya untuk.. mendownload barang-barang yang sebetulnya bisa ditunda untuk didownload di warnet. Tapi wajarlah, kalo saya bilang, namanya juga barusan dapet power. So, jika diantara kalian ada yang senasib dengan saya, here's a tips that you can do with your mediocre connection; kecuali jika sangat terpaksa, pakailah untuk hal-hal yang tidak melibatkan aktivitas mendownload. Misalnya, berburu link, research dan mengumpulkan data, memperluas commu, mengefektifkan blog, dan sejenisnya. Bagaimana dengan mendownload? saat target list sudah terkumpul, barulah kalian pergi untuk mendownload.. OR even better, pakailah koneksi rumah untuk menghubungi downloader yang sedang berada di lapangan untuk titip didownloadkan. Just remember the rule of equivalent trade.

I think I've write long enough to make up my absence of posting m(_ _)m Nah, jadi pelajaran moral apa yang bisa kita ambil dari kasus ini? Bahwa speed 7kbps pun masih bisa membuat seseorang menjadi hikkikomori. Tidak percaya? liat saja update an blog ini, saya pasang internet sekitar awal Maret dan draft untuk postingan ini pun sebenarnya sudah mulai ditulis sejak hampir dua minggu yang lalu. Tapi karena kebanyakan browsing dan chatting akhirnya baru keposting sekarang.. orz

Waspadalah.. waspadalah..

Rideback is kereen. Tanya kenapa?


Entahlah, sepertinya definisi keren saya berhubungan dengan nonmainstream gender stereotype (emang ada istilah kaya gini?) Misalnya seorang butler yang "mumpuni" seperti Sebastian ato cowok yang bisa main biola seperti Kuze, LOLOLOL. Jika Rideback adalah Initial D (baca: tokoh utamanya cowok) maka 100% dijamin saya tidak bakal nonton. Alasan yang sama dengan kenapa saya lebih memilih ENOZ daripada Beck. Atau Kyon daripada Kyonko.

girl with guitar is more awwsoem than guy with guitar, deshou deshou?

Kembali ke topik, jadi meskipun saya tidak dong dengan segala macem tetek bengek otomotif dan racing dll, ditambah kemungkinan sepertinya plot bakal dibumbui politik dan perang-perang nggak jelas, tapi toh anime ini tetap menyenangkan buat saya tonton karena di sini banyak cewek berkecepatan tinggi, plus 50 point karena bukan loli dan plus lagi 50 point karena Rin sering memakai rok saat naik motor.

Yet another Tabikarasu anime recap

Fweh, looks like I'm a little(?) too lazy to blog lately XDD Knapa yah? padahal ada banyak episode keren yang bisa dibahas. Whew, anyway here's the impression of what I've just watched recently. Ok, kita mulai dari yang paling marmos dulu

Clannad After Stories


Hm, sepertinya saya salah menaruh gambar. Ah whatever lah.

That said, kenapa juga saya masih tetep nonton anime ini? OHLOL I'M TSUNDERE FOR CLANNAD
So, *erhm* this too good to be true wedding scenario is finally moving onto the too good to be true birthing scenario. Now, the question is, if Haruhi-chan the animation come out at February, will it beat Sora wo Miageru Shoujo no Hitomi ni.. Munto or will it makes KyoAni realized that they better make the second bouken deshou deshou rather than a hallucinating bedtime story or an out of date er-pi-ji ish animu. Oh man, postingan ini tambah ngaco saja. Next,


Jigoku Shoujo Mitsuganae

aka anime tentang permainan cepet-cepetan menarik tali.


Begini, kepada semua yang masih belum menonton bagian ketiga dari anime yang dibintangi oleh Enma ai (ftw) ini, masih belum terlambat bagi kalian untuk mengikutinya mulai SEKARANG. Saya berani bilang bahwa se-generic apapun, se-episodical apapun Jigoku Shoujo, pada saat memasuki klimaks, Jigoku Shoujo dijamin akan memberikan kepuasan yang maksimal. Masalahnya di season ketiga ini, episode foreplay nya berlangsung JAUH lebih singkat daripada dua season sebelumnya. Episode 9 sudah mulai merangsang pikiran anda untuk snap dan mulai episode 11, pengalaman menonton Jigoku Shoujo anda tidak akan pernah sama lagi.



Fast paced dengan plot unfolding yang lebih cepat, itulah Jigoku Shoujo yang sekarang. Memasuki eps 14, anda sudah tidak akan melihat lagi adegan guro mahou shoujo dimana Ai keluar dari kepompong (yang bagaikan persahabatan, hal yang tak mudah berubah jadi susah) karena Ai sudah kembali, dan itu berarti kembalinya the oh-so-damn-hot scene dimana Ai memakai nagajubannya setelah mandi sebelum berangkat kerja.


Dan bukan itu saja, ada beberapa upgrade-an seputar mekanisme Jigokutsuushin yang cukup menarik, selain feature access friendly yang memungkinkan anda sekarang untuk mengakses the infamous hell correspondence site lewat handphone. Saya sendiri merekomendasikan episode 12 karena plotnya yang sangatcukup realistis.


Yaki ramen maksud loe?



Kemudian, kita tahu bahwa satu orang hanya bisa mengirim satu korban ke neraka. Lalu, bagaimana jika target yang ingin kita kirim lebih dari satu? nah di sinilah gunanya dari persahabatan (yang bagai kepompong) yang saya tulis tadi.


Ini baru yang namanya panen.


Sekali lagi kita belajar sebuah pesan moral dari anime ini. Kali ini pesan moralnya adalah, jangan pernah menunda melakukan sesuatu, termasuk dalam hal ini membalas dendam. Ingat, kejahatan bisa terjadi bukan cuma karena ada kesempatan, tapi juga karena ada fasilitas Waspadalaahhh XD

Toradora!


is.fucking.awesome.

Munafik rasanya jika ada yang menonton Toradora dan bilang tidak mempunyai impresi sama sekali dengan episode 16nya. Setelah sekian lama ditarik-ulur dengan adegan-adegan filler, akhirnya anime ini meledak di episode ke enam belas. Dengan battle scene yang tersaji apik, visual yang bagaikan coretan di sebuah buku harian dan emotional dramatic presentation, sekali lagi anime ini meyakinkan bahwa saya tidak salah pilih sebagai runner-up best drama untuk tahun lalu. Tontonlah episode 16 dengan diringi background music Linkin Park dan inilah grafik satisfaction yang akan anda dapat


....BENEATH MAI SKIIIIIIIIINNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN XDDDDDDDDD

and thats all folks, saya ingin menulis tentang bagaimana mengesankannya marimite season 4 tapi rasanya tidak pantas jika saya harus menulis tentang anime tersebut jadi satu dengan postingan yang bergelimang emo dan sumpah serapah seperti ini, lol. Btw, yang nonton Genji sennenki angkat tangan, plis?

Nagisa is not a virgin anymore. Respond?

 Clannad is now moving with the speed of 5cm/msec. Not my cup of tea?

Kadang saya kepikiran kalo pas ngobrol dengan temennya temen saya yang tidak begitu into jepang-jepangan ato saat saya menonton sesuatu yang beraliran barat MODEREN (soalnya kalau kita bicara soal barat classic era renaissance ato victorian lain lagi ntar, betewe kenapa kalo ada istilah jepang-jepangan tidak ada istilah amrik-amrikan, ato kalo ada istilah jejepangan kenapa tidak ada istilah aamrikan? zetsuboushitaa) there I learn that there is indeed a different weight put on its focus. Gampangnya gini, kenapa saya jarang sekali melihat penjahat menyandera anak protagonist di anime-anime padahal saya melihat adegan seperti itu puluhan kali di film-film barat. Berapa banyak karakter di anime/game/manga yang memiliki hubungan tanpa masalah dengan orang tua mereka? Saya merasa anime lebih berhubungan dengan dream  achievement and self-fulfillment. Saya merasa anime lebih menekankan pada (istilahnya senpai saya) the love that is dare to not speak its name dan segala circumstance nya sedangkan film barat bertitik berat pada established relationship beserta segala conflictnya. Tidak, saya tidak bicara soal harem, gyaku harem, bishoujo dan sebangsanya. Saya menulis post ini dengan Mushishi, Ghost Hound, Ergo proxy dan Eve no Jikan di kepala saya. Oh , dan Clannad tentu saja.Di anime eksistensi parental figure nyaris lenyap, sebagai gantinya eksistensi role model sangat dominan. Di anime, last episode berakhir dengan A menikah dengan B, atau C jadian dengan D. Apakah lifeline sesorang di dunia otaku juga akan memasuki ending dengan premis yang sama? could be. Suddenly, I feel that otaku is such an expensive status LOL.

Huhuu.. hanya karena satu episode saja dalam semalem kepala saya jadi beputar-putar @_@  jadi males mau nonton yang lain, padahal sudah niat mau ngerally semua anime-anime yang ketinggalan sama yang baru-baru, akhirnya rencana weekend saya berakhir dengan useless karena dari jam 10 sampai jam 01 yang saya lakukan cuma berbaring di tempat tidur. Mau nonton gak ada mood, mau tidur juga sudah terlanjur tidak bisa. Whew. Untung saya sudah nonton toradora, eps 15 rocks hard. VERY FUCKING HARD, man. Glad to see J.C shows their true power again.


And look what happen to Kyoani now, they made Clannad too emo but they make Munto too moe. I wonder what's going on with "that studio"(hey, this is a nice word, from now on I'll use this word when I refer to KyoAni, lol).

LAUNCH! Tabikarasu January


Ok, I really don't have any source left for the cover material (I actually planned Michiko as the covergirl of this month but I can't find a good pic of her). Anyway, last year is the year of rat, right? is that why we ended up having so many furry? if yes, then, using the same rule apllied, then, because this year is the year of ox, we'll sure have alot of....

You know, I actually didn't plan this issue to be this... ecchi, lol. At first I plan to use Haruhi (again) in a god-like pose picture as a symbol of the dawn of a new era but I canceled cause even I will start to feel bored with yet another Suzumiya-sama cover. And that's when the idea of 2009 in chinese year comes to mind X3

Other than that, I'm quite satisfied with this one, I did quite an editing with the source picture (the original had a maid beside her), writing the content title also quite easy (it's all just review of the new series) and the ero corner is all about C75 XD

Btw the price is now Rp 40.000,- LOL (that's because the dvd blank price is increasing now, baawwww)

How ecchi R U?

When my friend show me this pic along with some instruction, I went LOL very hard. This is good, very good test, imho. Ok, I'll be brief. 16 seconds from now. GO!

What did you see? just seeing isn't enough btw, there is 8 of them, can you find 'em all? Seriously, I need more than HALF AN HOUR to see the good picture rather than the "good" picture.

My brain...  really has been corrupted with eroero, it seems.
Don't get me wrong, I love Earl and Fairy, I even wait for the release when I read the news about its anime adaptation. Eventhough the opening clips looks kinda stupid (and the ending clip hurts my eyes) but I think overall its a good anime. It has classic European setting, with all those milady and milord, romance stuff and waltz, definitely something that fits my taste. It's just that when the show get its halfway through, I realized that Lydia's back and forth tendency within her reversed harem starts to piss me off and combined with Edgar gombal-ness this show starts to lost its values in my eyes.

That said, let's take a look at some cap at how the (first season?) anime ended

Photobucket
you know, this kind of scene

Photobucket
makes me goes bleeeerggghhhhh -___-

Photobucket
I think only Kelpie is the real GENTLEMEN in this anime

Photobucket
because the other are just weirdo

Photobucket
oh, correction, Kelpie and this hottie onee-san

Photobucket
soshite.. raep

Photobucket
soshite.. bestiality

Photobucket
yes! THISSS ISSSS MAAADNESSSSSSS!!!!

Photobucket
LOL! probably the only quote from Edgar that's worth listening

Photobucket
OH SHII---- LOL basi de..

Photobucket
ini juga..

Photobucket
dan seterusnya..

Photobucket
NOOOO!!!! Banshee-chaaan!!!!
hilanglah sudah satu-satunya karakter cewek setia di serial ini.. *sob*

Photobucket
LOLWUT? jadi semua perjuangan selama doea belas episode hanya untuk benda yang bahkan BENTUKNYA SAJA TIDAKK JELASSS!! ZETSUBOUSHITAAAAAAAA~~~~~~~

Photobucket
let us vomit together, everyone

Photobucket
now this IS an example of awesome scene, really I can't understand why Lydia didn't choose Kelpie. I mean, he's a horse, right? and so.. it must be BIG, you know? a horse.. you know..

Photobucket
Judging from the ending, there may be a second season but I think its just the fangirls who would demand a continuation of a girl who (said that she) loves a plaboy but still flirting with a wolf and a horse, coz for me the drama is weak. Maybe in the second season there will be more animal for Lydia to play with? But putting that aside, I love how Artland handle the battle scene animation quite fluid. I guess for drama, nothing beats Natsume Yuujinchou.