::ATTENTION::

Blog ini sudah dinyatakan tidak aktif lagi. Klik tombol di bawah untuk menuju ke blog yang baru

Riko Narumi getto!

Hah, ternyata memang harus didownload sendiri XD
Riko Narumi (Ruri no Shima's Ruri) photobook get!
Nyahaha. Yg lain gak boleh ngopi~~

Lesse.. what next, Juri Ueno from Nodame Cantabile's Nodame?
Ada photobooknya nggak yah?

BEHOLD, a new deadly virus called THE iDOL M@STER!!

ZOMG!! I almost turned into nijicon because of this thing. And I even haven't played it o_0
Imagine when I have play it, I will drag the nearest loli and force her to do the dance xD


The game's called Idol Master. Its a Xbox 360 one. Obviously, I didn't have the console hence I haven't taste it. Its an "idol-creating simulation" or so they said but I think its more like "choose your selection then go ahead and see what your loli can do" XD. I don't know whether there's a love-sim element or not, but this is not Tokimemo (read: high-school romance main themed story) and we know that "special relationship" between an idol and her manager is somehow forbidden, so I guess there won't be. Just wait till I played the game (hopefully) this weekend. And for the time being, please enjoy this clip from the DVD special. Its only a motion test but its powerful enough to make, at least me, scream *mmmmmoooooooooeeeeee~~~~~* ^^;;;

I wanted to upload the other clips, but somehow my converter program can't convert the .mkv files, the file's too big (around 300mb) to be uploaded as a single file. Maybe next time if there's a good response or request I'll try to convert and split it into smaller clips. But you still can find more clips in youtube, I think.

Auuu~~~~ I want to play this twintail girl's arc so bad


*in another news;*
I have finished haruhi pepakura, but not quite as I expected T_T
in fact, it worse than I tought that I want to throw it away, nihaha.
it may be not that bad if the face looks good or at least satisfying, but its face doesn't resemble Suzumiya-sama at all!!
not attractive enough, not enough tsundere-ness,
heck it doesn't even look cute at all ;_;
auu~~ I feel a bit dissappointed


Autoclair mecha musume

Faighto, dayo!!

Rule of Rose; lebih dalam ke bagian storyline

Melanjutkan postingan tentang game ini sebelumnya, aku malah lupa dengan tujuan awal membuat post tentang storyline game horror ter-awesome yang pernah aku mainin ini ^ ^;

Sebelum melangkah lebih jauh, let me warn you, postingan di bawah ini sangat spoiler, jika kalian berniat main gamenya untuk merasakan sendiri visualisasi dan gaya penceritaannya yang twisted, sebaiknya.. euh, jangan baca tulisan ini, 'kay? Buat yg penasaran, silahkan lanjut...


Apa yang sebenarnya terjadi dalam game ini? beberapa pemain mungkin masih kesulitan mencerna inti cerita dalam game ini, karena seperti yang aku tulis tadi, gaya penceritaan game ini memang unik dan berbeda. Bagi yang ingin tahu cerita dalam game ini, baik yang sudah menamatkan game ini maupun belum atau sekedar penasaran, berikut penafsiranku setelah memainkan game ini dan berdiskusi di beberapa forum.

Ingris, 1930. Untuk pertama kalinya, sebuah balon udara yang bisa menampung penumpang dalam jumlah banyak dengan fasilitas setara dengan kapal pesiar berhasil dibuat. Balon ini rencananya akan diterbangkan untuk pesiar melintasi lautan dengan penumpang berasal dari kalangan orang-orang yang mampu membayar harga tiket yang cukup mahal, dengan kata lain, orang-orang kaya, dimana Jennifer beserta kedua orangtuanya termasuk salah satu penumpang balon itu.

Saat peresmian sekaligus penerbangan pertama, pemerintah mengundang anak-anak panti asuhan di dekat situ, Rose Garden Orphanage, untuk ikut meramaikan dan memotong pita. Jenniferpun terbang di dalam balon itu, bersama kedua orangtuanya dan penumpang lain, menikmati perjalanan udara yang menyenangkan, tanpa menyadari tragedi yang ada di depan mereka.

Tidak begitu lama setelah mengudara, entah karena kerusakan teknis atau apa, yang jelas balon udara tersebut keluar dari jalur penerbangannya dan kemudian jatuh, menewaskan semua penumpang yang ada di dalam balon tersebut, kecuali Jennifer.
Jennifer yang selamat kemungkinan juga akan tewas jika tidak di selamatkan oleh seorang laki-laki bernama Gregory, yang tinggal tidak jauh dari panti asuhan Rose Garden berdiri.

Gregory membawa Jennifer ke rumahnya dan merawatnya. Masalahnya, ternyata Gregory menderita sakit jiwa, dimana dia mengalami depresi setelah istrinya melarikan diri, meninggalkan dia bersama anak laki-laki satu-satunya bernama Joshua. Kondisi Joshua yang sakit-sakitan serta Gregory yang tidak mampu berbuat banyak karena hidup mereka sangat miskin dan Gregory yang hanya bisa menjual sayur-sayuran yang dia tanam di kebun belakang rumahnya, membuat Gregory semakin frustasi. pada akhirnya Joshua meninggal karena sakit, Gregory menjadi semakin depresi dan sering mencoba bunuh diri dengan menempelkan pistolnya ke kepala, sambil meyakinkan diri jika Joshua masih hidup. Saat itulah, Gregory menemukan Jennifer yang selamat dari kecelakaan zeppelin. Mengira Jennifer adalah Joshua yang tersesat, Gregory membawa Jennifer pulang, mendandaninya dengan pakaian anak laki-laki seperti Joshua dan menguncinya di ruangan bawah tanah supaya "Joshua tidak lari dan tersesat lagi"

Ketika Jennifer dikurung dan menjalani hidup sebagai Joshua, datanglah anak perempuan yang mengetahui soal pengurungan "Joshua" oleh Gregory. Anak perempuan tersebut bernama Wendy. Wendy dan Jennifer lalu bersahabat, mereka bertukar hadiah. Jennifer memberi Wendy boneka beruang (milik Joshua) yang diberi nama Joshua oleh wendy, dan Wendy memberi Jennifer bros dengan ukiran mawar berwarna merah. Mereka lau mengikat janji, The promise of the rose, dengan tiga kalimat sakral; "Everlasting" "True Love" dan "I am Yours". Wendy lalu mengajak Jennifer melarikan diri dari tempat itu. Jennifer setuju dan diapun melarikan diri, dibantu oleh Wendy, ke panti asuhan tempat dia tinggal, Rose Garden. Di sana Jennifer akhirnya tinggal walaupun dikelilingi oleh teman-teman yang tidak menyenangkan, pengurus yang galak dan kepala panti asuhan, Mr. Hoffman yang mencurigakan. Sementara itu di daerah itu terjadi kasus kriminalitas di mana anak-anak kecil menghilang secara misterius. Di panti asuhan sendiri, anak-anak mulai menyebarkan rumor tentang setan yang suka menculik anak-anak nakal yang tidak mau mengerjakan tugas, serta anjing liar yang suka memberi permen pada anak yang baik dan memakan anak-anak yang nakal.

Meskipun hidup dalam lingkungan yang tidak nyaman, Jennifer tidak merasa sedih, karena dia masih mempunyai teman yang memperhatikannya, Wendy. Wendy menyukai Jennifer, tidak peduli sebagai Joshua atau Jennifer, dia tidak akan membiarkan apapun berada diantara mereka berdua. Semua berjalan dengan lancar, sampai suatu hari Jennifer menemukan anak anjing yang dia beri nama Brown, yang membuat Wendy cemburu. Jennifer menjadi lebih sering meluangkan waktunya dengan Brown. Wendy yang tidak terima dengan hal ini, mendapat ide untuk menyingkirkan Brown dari Jennifer. Wendy memprovokasi anak-anak di panti asuhan untuk membuat sebuah aristokrat club, yang diberi nama Red Crayon Aristocracy dengan wendy sebagai Princess of The Red Rose dan Joshua si beruang sebagai pangerannya. Di dalam klub ini, semua anak di panti asuhan mendapat tempat sesuai dengan hierarki atau kasta mereka. Jennifer ditaruh di kasta paling bawah. Serta, semua anggota klub diharuskan membawa hadiah untuk diberikan pada klub aristokrat yang jenisnya ditentukan, berbeda-beda untuk setiap bulannya. Dengan adanya klub ini, semua anak yang lain menjadi tambah membenci Jennifer, ini memudahkan Wendy untuk memberi simpati lebih banyak dan menjadi lebih dekat dengan Jennifer. Namun Jennifer masih saja memberi perhatian lebih banyak pada Brown. Wendy yang marah akhirnya mengeluarkan perintah supaya hadiah bulan ini adalah "filthy Brown" dan Jennifer dipaksa untuk memilih, jika dia tidak menyerahkan Brown maka dia akan dihukum. Jennifer yang ketakutan akhirnya memberikan Brown pada aristokrat dan Brown pun akhirnya di"hukum mati". Ketika Brown terbunuh, barulah Jennifer menyadari kesalahan dan kelemahannya. Jennifer yang marah akhirnya mencopot bros mawar pemberian Wendy yang dia pakai dan membantingnya ke lantai kemudian memukuli Wendy sambil berteriak penuh kebencian. Semua anak aristokrat yang lain tidak ada yang berani menghentikan Jennifer. Setelah puas, Jennifer berkata dia sudah muak dengan klub dan permainan ini, kemudian berlalu. Aristokrat klub akhirnya memutuskan untuk menurunkan Wendy dari gelar princess ke tempat yang paling bawah dan mengangkat Jennifer sebagai puteri yang baru, namun Jennifer sudah tidak peduli lagi.

Wendi yang terluka, sedih dan kecewa, berlari ke tempat Gregory. Dengan memakai pakaian Joshua, dia menyamar sebagai Joshua dan memerintahkan Gregory untuk membunuh semua orang di panti asuhan. Pada saat ini terjadi, di hari sebelumnya, pemilik panti asuhan, Mr. Hoffman tiba-tiba menghilang secara misterius. Gregory akhirnya datang dan membantai semua orang di Rose Garden. Di saat-saat terakhir, Wendy membuka penyamarannya di depan Jennifer, menunjukkan bahwa dia melakukan semua ini karena dia mencintai Jennifer. Gregory yang melihat hal itu tiba-tiba menyerang Wendy dan membunuhnya. Tinggal Jennifer dan Gregory. Saat melihat Jennifer, Gregory seakan-akan sadar dan mendapatkan akal sehatnya kembali, kemudian dia memohon Jennifer untuk menembaknya. Jennifer yang ketakutan memberikan pistol milik Gregry kembali pada Gregory. Gregory akhirnya menembakkan pistol itu ke kepalanya dan diapun tewas bunuh diri.

Tahun-tahun berlalu, sejak tragedi di panti asuhan itu terjadi. Sejak saat itu, Jennifer mengunci ingatannya dan melupakan semua yang pernah terjadi. Sampai di suatu saat ketika dia berusia 19 tahun, tiba-tiba Jennifer menemukan dirinya di sebuah tempat dimana element-element tragedi yang pernah dia alami tercampur aduk menjadi satu, dan dia harus menghadapi semuanya sekali lagi, untuk membuka masa lalu yang berusaha dia lupakan, mengenang orang-orang yang pernah ada dalam hidupnya, dan seseorang yang spesial karena mencintainya dan janji yang pernah mereka ucapkan bersama; "Everlasting" "True Love" dan "I am yours"

*Non-spoiler section*
Kalian bisa mendownload main theme song untuk game ini, "A Love Suicide" yang sudah ku-upload di sini. Sudah termasuk liriknya, jadi kalo mau kalian bisa ikut menyanyi XD

Byousoku 5cm part 1 - Oukashou

Dore wa do no hayasate ikireba,
kimi ni mata aeru no ka?

(At what speed must I live...
to be able to see you again?)

Finally, after quite a long wait, akhirnya bisa juga nonton karya terbarunya Makoto Shinkai ini.
V(^o^)V (^____________^) V(^0^)V
"Byousoku 5cm" yang bisa diterjemahkan sebagai "5 centimeter per detik" adalah sebuah anime OVA trilogi yang terbagi menjadi 3 bagian, "Oukashou", "Cosmonaut" dan "Byousoku 5 centimetre". Bagian pertama dari trilogi ini sudah dirilis dan bisa ditonton via streaming lewat Yahoo! japan.

*warning* bagian di bawah ini berisi ringkasan cerita dari oukashou. Sopiler alert.

"Oukashou" atau yang artinya "extract of cherry blossom" atau bisa juga "the choosen cherry blossom" (ouka=cherry blossom; shou=extract, choosen) aku tidak tahu yang mana yang benar ^_^; adalah anime pendek dengan durasi 28 menit. Secara garis besar, bagian pertama ini bercerita tentang pertemuan Tohno Takaki dengan Shinohara Akari setelah setahun mereka berpisah. Takaki dan Akari adalah teman dekat semasa mereka masih sekolah dasar. Akari maupun Takaki sama-sama bukan berasal dari Tokyo dan mereka sering pindah-pindah sekolah (kemungkinan karena pekerjaan orang tua mereka masing-masing). Satu tahun setelah kedatangan Takaki ke Tokyo, Akari masuk ke sekolah yang sama. Karena sama-sama bertubuh kecil dan sering sakit, Takaki dan akari akhirnya lebih sering menghabiskan waktu bersama di perpustakaan. Hal ini membuat beberapa teman mereka yang usil sering menjodohkan mereka berdua dengan menulis nama mereka di papan tulis, Takaki hanya menarik tangan Akari dan mengajaknya keluar setelah sebelumnya menghapus tulisan di papan tulis jika itu terjadi.

Baik Akari maupun Takaki sama-sama berharap mereka berdua bakal masuk ke SMP yang sama (West junior-high) namun ternyata Akari harus pindah ke Tochigi. Akhirnya, saat kelulusan tiba, merekapun berpisah. Akari pergi ke Tochigi dan meneruskan sekolahnya di Tochigi public school, dan Takaki tetap di Tokyo. Musim panas, setengah tahun setelah mereka berpisah, Akari mengirim surat. Dalam suratnya, dia menulis tentang keadaan dia sekarang, keadaan di Tochigi yang hampir sama panasnya dengan Tokyo saat musim panas tiba, serta bagaimana dia rindu dengan Tokyo dengan gedung pencakar langit dan aspalnya yang panas. Takaki membalas surat tersebut dan surat-menyurat itupun berlanjut hingga salju pertama turun di Tochigi. Akari bercerita tentang pohon sakura yang ada di dekat tempat dia tinggal dimana saat musim semi tiba, kelopak bunga sakura dari pohon itu akan jatuh dengan kecepatan 5cm per detik. Takaki sendiri, satu minggu lagi, harus pindah ke Kagoshima. Akhirnya dia memutuskan untuk menemui Akari dan merekapun berjanji untuk bertemu di stasiun Tochigi tanggal 4 Maret jam 7 malam.

Perjalanan dari Tokyo ke Tochigi bukanlah perjalanan jarak dekat, Tochigi adalah daerah yang sangat jauh dan perjalanan ke sana memakan waktu yang sangat lama dan beberapa kali ganti kereta. Ditambah lagi, Takaki sama sekali belum pernah ke Tochigi. Untuk berjaga-jaga, Takaki membuat catatan dimana dia harus ganti kereta dan estimasi waktu yang dibutuhkan tiap perjalanan dari stasiun satu ke stasiun berikutnya. Tapi keadaan ternyata tidak semulus yang diharapkan, karena salju yang turun cukup lebat, kereta terpaksa menunda keberangkatan selama beberapa menit (nggak, gak sampai berjam-jam seperti di sini) serta di beberapa stasiun kereta terpaksa berhenti lebih lama dari yang dijadwalkan. Ketika perjalanan sudah mencapai separuh, jam di tangan Takaki sudah menunjukkan pukul sembilan kurang seperempat. Dengan cuaca yang cukup buruk, yang mengakibatkan kereta yang dia naiki terpaksa berhenti selama dua jam di tengah jalan, Takaki berharap semoga Akari berhenti menunggunya dan pulang ke rumah saja. Perjalanan akhirnya berakhir, dan Takaki sampai di stasiun Tochigi, di mana di tempat itu dia menemukan Akari yang masih menunggunya. Tidak ada adegan pertemuan yang glamour, semuanya berjalan mengalir begitu saja, bahkan musik yang dipakai pun tidak semegah saat Sayuri bertemu Hiroki di Kumo no Mukou Yakusoku no Bashou. Setelah menghabiskan malam dengan berbincang-bincang, keesokan paginya Takaki kembali ke Tokyo, dan bagian pertama dari 5cm/s berakhir di sini.

*spoiler selesai sampai di sini*

Tidak perlu dijelaskan bagaimana indahnya kualitas grafis anime ini, semua yang ernah menonton karya Makoto Shinkai pasti tahu betapa mengagumkan dan detil gambar background yang menghiasi sepanjang anime ini. Mulai dari jalan, toko, ruangan kelas, dan tentu saja tiga hal yang selalu ada di setiap karya Makoto Shinkai; langit, tiang listrik dan kereta api, semuanya digambar dengan rapi dan artistik. Untuk yang belum bisa menonton animenya, kalian bisa melihat screenshotsnya dari bagian gallery di official sitenya , walaupun resolusi screenshot yang sedemikian kecil tentu saja tidak bisa menggambarkan betapa indahnya grafis dalam anime ini.

Seperti biasanya, yang membuat aku tertarik dengan karya Makoto Shinkai adalah bagaimana beliau membuat sebuah cerita dengan chemistry antar karakter yang mengalir dan dihiasi dengan hal-hal trivial, namun tetap menjadi cerita yang menarik.
Mengenai cerita, mungkin karena anime ini adalah bagian pertama jadi aku tidak mendapatkan efek se-emotional Kumo no Mukou, atau Hoshi no Koe sekalipun. Meskipun demikian, setelah menonton tiga kali, akhirnya aku baru bisa menikmati anime ini dengan maksimal. Mungkin kalian harus mencobanya juga. Pertama kali menonton, konsentrasi tersedot ke arah grafis. Kedua kali, baru bisa mengamati dialog yang ada dan membandingkannya dengan translasi yang ada di teks fansub. Ketiga kali, barulah bisa menikmati anime ini dengan fokus pada audio dan visual, tanpa melihat ke teks.

Anime ini memiliki lagu tema berjudul "One more time, one more chance" yang dinyanyikan oleh Yamazaki Masayoshi. Single lagu ini, kalau tidak salah akan keluar tanggal 3 maret besok (tepat sehari sebelum pertemuan Takaki dengan Akari dalam cerita), saat singlenya keluar nanti, aku akan mengupload versi full-nya (diusahakan lengkap dengan translasinya ^_^)

Terakhir, jika kalian ingin mengcopy anime ini, selama kalian ada di yk, dengan senang hati aku akan membantu. Satu lagi, setelah menonton anime ini, tiba-tiba jadi ingin membuat ini. Nyahaha. Ada yang mau bantu ^_^?

You and I, even after everything
You're the Queen and I'm the King
Nothing else means anything
...

Lamaaaaa banget habis aku nyoba main versi jepangnya, beberapa hari yang lalu akhirnya aku namatin juga game kontroversial yang sempat bikin heboh karena nggak bisa masuk ke Inggris ini. Satu hal yang pasti, storyline game ini benar2 sangat edan dan keren abiss!!!


Semuanya dimulai dari sebuah post dari lolitron, duluu banget, tentang sebuah game horror aneh dengan aroma gothic lolita yang akan dirilis, penasaran aku mencoba mendownload trailernya dan... tidak bisa berkomentar apa-apa karena visualisasi dalam trailer tersebut yang terlalu keren, dengan sedikit sentuhan sensual yang "sakit" dan musik jazz yang menyayat, tidak perlu beberapa menit setelah menonton trailer tersebut, aku langsung menghubungi salah seorang teman, seorang gamer veteran yang udah very advanced (banget) untuk menanyakan soal game ini. Waktu itu, dia juga belum begitu tahu, tapi tidak memakan waktu lama sampai dia ngasih kabar kalo dia sudah mendownload iso ps2nya yang versi jepang (muahahaha) and he says, "you gotta come here and play it urself, man. Dis game iz very weird" I just went "haa?" then went to his home, only to play about the first two chapter that leaves me amazed both in wonder and confusion.


Absurd, twisted and sick! tapi di sisi lain, elegan, romantis dan berkelas. Rule of Rose adalah perpaduan sempurna dari mimpi buruk paling mengerikan dan dongeng kanak-kanak yang penuh dengan rasa naif dan innocent. Dalam game ini, kamu akan berperan sebagai Jennifer, berpetualang menelusuri lorong-lorong dalam sebuah balon udara yang aneh, setelah sebelumnya kamu menjejakkan diri ke dalam sebuah mansion dan bertemu dengan anak-anak red crayon aristocracy. Para "aristokrat" tersebut hidup dengan sebuah aturan bernama "rule of rose" dimana kata-kata sang putri, "the princess of the red rose" adalah absolut dan tidak terbantahkan. Setiap bulan, setiap anak diharuskan untuk menyerahkan hadiah bulanan yang jenisnya ditentukan oleh aristokrat club. Bersama partner dan sahabat tercintanya, Brown, seekor anjing berbulu coklat, Jennifer berusaha memecahkan teka-teki yang ada di sekelilingnya, yang sedikit demi sedikit membawanya ke masa lalunya yang dia lupakan, ke sebuah tragedi yang sangat mengerikan.

Rule of rose adalah sekumpulan simbolisme dan konotasi tentang bagaimana seseorang menebus dosa dan kesalahannya di masa lalu, tentang bagaimana sebuah janji yang terlupakan, dan sebuah kisah tentang cinta yang begitu posesif yang berakhir dengan tragedi dan kesia-siaan. Semuanya disajikan dengan begitu implisit sehingga mengundang begitu banyak penafsiran dari pemain sendiri. Bahkan menamatkan game ini dengan true ending sekalipun tetap tidak menjawab dengan jelas tentang semua hal yang terjadi dalam game ini. Yang kamu dapat dengan memainkan game ini adalah semua potongan puzzlenya, namun untuk merangkainya, dan bagaimana gambar sebenarnya puzzle itu, semua terserah penafsiran masing-masing.


Dengan memahami bahwa semua yang ada dalam game ini adalah kombinasi antara realitas dan imaginasi, minimal kamu tidak akan bingung dengan semua keabsurdan yang menghiasi sepanjang game ini, anak-anak bertopeng kantong kertas, langit yang dihuni oleh ikan-ikan ataupun bulu-bulu merah yang terus berjatuhan dari atas langit. Serta masih banyak lagi tampilan visual yang surreal dan diluar batas logika menemanimu sepanjang roler caster horor psikologis ini. Belum termasuk desain musuh yang aneh dan, jika kamu masih belum "terpesona" dengan boss di chapter awal, tunggu sampai kamu bertemu final boss, dijamin minimal kamu akan berkata "what the??" (spoiler buat yg penasaran; boss terakhir game ini adalah Wendy yang membawa seekor "anjing", tepatnya Mr.Gregory, yang diikat dengan tali di lehernya dan dilatih menjadi seekor anjing liar untuk membunuh semua anak di panti asuhan, terutama Jennifer)

Musik dalam Rule of Rose juga tidak kalah sakitnya, beberapa terdengar sebagaimana aransemen musik klasik biasa, sementara pada beberapa part aransemen musiknya sama twistednya dengan aura game ini, seperti pada bagian dimana musik mengalun dengan lembut kemudian terdengar distorsi yang aneh seperti bunyi gergaji. Pada saat melawan bos, musiknya sangat hasty dan memprovokasi untuk terburu-buru, yang menyebabkan pemain jadi ceroboh sehingga malah menyebabkan kekalahan. Selebihnya gabungan suara biola dan cello yang cukup menyeramkan dan frustating akan mengiringi sepanjang sebagian besar permainan. Nilai tambah lain dalam hal musik dari game ini adalah lagu temanya, yang berjudul "A Love Suicide", sebuah lagu jazz dengan irama lembut dan lirik yang sangat depressive, yang jelas tidak untuk didengarkan saat sedang down, kecuali jika kalian berniat untuk bunuh diri XDXDXD

Satu-satunya hal yang menjengkelkan (aku tidak akan menyebutnya kelemahan game ini, karena memang logis dan sesuai dengan konsep game ini) adalah gerakan Jennifer yang superrr lambat. Tapi seperti yang kubilang, toh ini adalah game survival horror dimana jagoannya diburu musuh, bukan memburu musuh seperti Resident Evil. Jennifer sendiri memang bukan tipe karakter yang kuat, lagipula masih untung musuhnya bisa dilukai secara fisik, nggak harus pake kamera (Fatal Frame), walaupun senjata yang pertama kali ditemukan adalah... garpu (dan kemudian pisau buah ^^)


Overall, aku tidak menyesal maen game ini, dan bahkan merokemandasikannya (ayo, semua, maen game ini XD) karena aku jarang maen game pe es dua (kecuali kalo ada pinjeman ps2 seperti sekarang; dan sekarang aku lagi main Okami nyahaha) great visualization and even greater storyline, tidak salah kalo ada yang bilang Rule of Rose adalah sebuah masterpiece. This game is pure awesome!!!

Collage bring a different perspective of visual novel for me

Dari sekian banyak visual novel yang aku mainkan selama ini, walaupun aku tidak begitu tertarik dengan type-type harem bishoujo game, tapi kebanyakan yang lain juga tidak lepas dari aroma 2D bishoujo. Bahkan yang memiliki garis realisme paling kuat seperti narcissu pun masih berbau bishoujo. Bukan hal yang jelek, memang, dan aku juga tidak membencinya. Tapi beberapa hari yang lalu, saat aku mendownload beberapa novel dari visualnews, I find myself amazed at this wonderful work, Collage.

Pertama kali bermain, pembaca akan langsung disambut dengan tampilan artistik yang ngepop dan interaksi visual yang keren. Penggunaan grid dan garis -garis serta pemakaian foto dan musik yang sangat urban, dengan beat slow techno and groovy, visual novel ini langsung meyakinkan pembaca jika ini adalah sebuah cerita yang mengambil setting di tengah hiruk pikuk lifestyle perkotaan. Jangankan fanservice ecchi, bahkan yang mencari drama casual bishoujo seperti highschool love and life atau childhood frienship dan sejenisnya pun akan langsung digiring keluar right from the first menu.

Mengawali permainan, kita akan membaca kasus pertama cerita ini (dengan sudut pandang orang pertama, tentunya), Yuuko Sasaki, seorang karyawati perusahaan terkenal yang bosan dengan hidupnya. Setelah putus dengan cowoknya, akhirnya Yuuko memilih untuk keluar dari pekerjaannya dengan cara yang cukup unik, yaitu membocorkan skandal korupsi atasannya. Yuuko yang sebenarnya cerdas dan cukup cekatan ini akhirnya malah bingung harus ngapain setelah tidak punya pekerjaan. Saat itulah dia bertemu temannya semasa kuliah dulu, yang sekarang sedang menjadi salah satu panitia untuk acara yang diadakan shopping street di distrik tempat dia tinggal. sampai di sini mungkin belum terlihat menarik. Jujur saja, waktu aku pertama main juga belum terkena zat addictive dari novel ini, cerita baru mulai menarik ketika Yuuko memutuskan membantu temannya itu dan bertemu salah seorang pria yang juga ikut (tepatnya dipaksa ikut) dalam team, bernama Yuichi Yosimura. Yosimura adalah tipikal cowok indesicive yang malas dan selalu bingung sendiri. Di luar dugaan, ternyata Yoshimura sudah memiliki anak, namun dia sendiri tidak tahu dimana anaknya sekarang berada, karena dulu dia berpacaran dengan cewek nomer satu di kampusnya, namun cewek itu memintanya merahasiakan hubungan mereka. Kemudian tanpa sebab yang jelas, cewek itu memutuskan hubungan mereka. Bertahun-tahun berlalu dan saat reuni Yosmura baru tahu dari teman-temannya bahwa cewek tersebut sudah meninggal dan mempunyai satu anak perempuan.

Yang menarik dari novel ini adalah, setelah agak lama kalian membaca, kalian akan tiba dimana ceritanya dibalik lagi, mulai dari awal, hanya saja dengan sudut pandang orang yang berbeda. Banyaknya tokoh dalam cerita ini, yang semuanya saling mengenal, teman satu kantor, teman masa kuliah dulu dan sebagainya, membuat drama dalam cerita ini semakin kompleks dan semakin lama kalian membaca barulah kalian paham hubungan antar karakter yang ada dalam cerita dan kenapa kejadian yang terjadi seperti itu. Untuk menambah permainan menjadi semakin menarik, pada beberapa bagian terdapat pilihan-pilihan yang harus diambil oleh player. Salah memilih dalam hal ini bisa menyebabkan game over dan harus mengulang. Pada awalnya kita memang sama sekali tidak ada petunjuk atau bahkan bingung (kok milih yang ini malah salah?) namun seiring dengan cerita kita akan tahu jawaban mana yang benar.

Collage adalah visual novel dengan cerita yang sangat menarik dan ending yang cukup tidak terduga. Untuk sebuah barang gratisan, visual novel ini mempunyai kualitas yang jauh di atas standard. Tidak ada salahnya untuk dicoba, its a good read. Kalian bisa mendownloadnya secara direct download di sini.